
Hampir 2blnan yg lalu,
gw serasa hidup dijaman dahulu kala.
terasing…..
Semuanya gara2 dirumah kontrakan gw
gw belum bisa koneksi internet.
Niatnya sih di rumah kontrakan ini
gw mau pasang internet dr FastNet cablevision
(firstmedia). selain biayanya bisa lebih murah,
unlimited, dan kecepatannya jg lebih cepet.
Tapi….berhubung lamaaaaa bgt gw tunggu2
(hampir 1bulanan kal) internet belum terpasang juga.
Akhirnya (setelah bosen nunggu) gw putuskan untuk
pake jasa Speedy lagi aja, ky dulu waktu gw dirumah.
Tapi…masalahnya, dirumah kontrakan gw ini
ga ada fasilitas telpnya.
(Tdnya niatnya sih gw pgn “nebeng” nyolokin
kabelnya ke telp ibu kontrakan gw yg rumahnya
tepat disamping rumah gw, tapi….
ga boleh!!!
hiks hiks…
kynya sih dia takut nanti mempengaruhi biaya teponnya,
(pdhl gw dah jelasin berulang2 kalo biaya dia
ga bakal berubah sedikitpun, ga bakal ngaruh ke
bayaran telpon dia, ga ganggu aktifitas telpon dia juga,
dlsb…tapi…tetep aja, dia ga ngerti!! hhh…cepe deh…)
Akhirnya…gw minta ijin buat pasang telpon dirumah
kontrakan ini aja ma dia. (daripada ribet urusannya=)) 
So…selasa kemarin datanglah rombongan telkom
buat narik kabel instalasi, dan besoknya datang lagi
buat pasang sambungan telponnya.
Maka jadilah hari rabu kemarin rumah kontrakan
gw selesai dipasang telpon.
Selesai telpon selesai, skrg gw tinggal telpon
org Speedy buat pasangin internet.
Eh…taunya…orang dr Fastnet telp.
Yaahhh…
Tapi…yasudahlah…berhubung gw dan suami emang
sebenernya pgn bgt pake FastNet, jadi yah…
jadilah kita tetap memasang FastNet dirumah ini.
Intinya…
Internet dirumah gw dah bisa lagi…..
Cihuyyyy……..
Sekarang gw dah bs berinteraksi dengan dunia lagi=)
June 13, 2008 at 1:25 am
Yangki! aku nemu tulisan ini lo, tp dimana yah alamatnya skrg
…ditulis kembali
untuk suami gw tercinta;)…
Di pernikahan gw 9 bulan yang lalu, gw mendapatkan sepasang buku sebagai kado.
Sebuah buku yang berjudul “Be a Great Wife agar dicintai suami” diperuntukkan untuk gw, dan sebuah buku yang berjudul “Be a Great Husband agar dicintai istri” yang diperuntukkan untuk suami gw.
Beberapa hari setelah pernikahan, gw dan suami membaca buku ini bersama.
Setelah selesai membaca, menurut gw isi buku ini sebagus cover bukunya dan seindah judul bukunya.
Di buku “Be a Great Wife agar dicintai suami” ini terdapat penjelasan/ uraian mengenai karakteristik seorang istri yang solehah, yaitu;
Karakteristik pertama yang utama adalah perempuan beragama.
Istri yang beragama adalah perhiasan dunia yang terbaik, sebagaimana diungkapkan oleh hadits sebagai berikut:
Nabi bersabda;
“Perempuan dinikahi karena empat hal: hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, pilihlah perempuan beragama niscahaya kamu beruntung”. (HR Bukhari dan Muslim).
Istri yang beragama adalah karunia terbaik yang diperoleh seseorang setelah ketakwaan kepada Allah.
Rasullullah pernah menjawab pertanyaan seorang sahabat;
“Harta terbaik adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan seorang istri beriman yang menolong dalam keimanannya”. (HR Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
Karakteristik kedua adalah berakhlak baik.
Istri yang sholeh adalah wujud hakiki dari kebaikan akhlaknya. Islam telah memotivasi kita untuk menghiasi diri dengan akhlak yang baik.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Usamah bin Syarik;
“Hamba Allah yang paling disukai oleh Allah adalah yang akhlaknya paling baik”. (HR. Ath-Thabrani).
Diriwayatkan pula dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah pernah bersabda;
“ Sesungguhnya orang yang paling aku sukai diantara kalian dan yang tempat duduknya paling dekat denganku diakhirat adalah orang yang akhlaknya paling baik diantara kalian. Sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh dariku diakhirat adalah orang yang akhlaknya paling buruk di antara kalian, yakni orang-orang yang gemar berceloteh, omong besar, dan berlagak fasih dalam berbicara”.(HR. At-Tirmidzi).
Diriwayatkan juga oleh Abu Darda’, Rasulullah bersabda;
“Tidak ada sesuatu pun yang ditaruh di timbangan amal yang lebih berat daripada akhlak yang baik. Orang yang berakhlak baik benar-benar mencapai derajat orang yang gemar berpuasadan mendirikan shalat”. (HR. At-Tirmidzi).
Gambaran utama akhlak istri terhadap suami
1. Bersabar dalam menghadapi akhlak buruk suami
2. Tidak bergembira apabila melihat suami bersedih, dan tidak bersedih apabila melihat suami sedang gembira.
3. Hanya kata-kata yang baik yang terlontar dari lisannya
4. Tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan justru dengan kebaikan, karena mengharapkan pahala di sisi Allah yang lebih baik dan kekal.
5. Menahan emosi, dan tidak berburuk sangka.
6. Segera meminta keridhaan suami. Apabila suami marah, dia tidak menunggu sampai suami yang terlebih dahulu memberi salam. Sebagaimana sabda Nabi;
“Istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga adalah yang subur lagi penuh kasih sayang dan senantiasa meminta keridhaan suaminya, yang apabila sang suami marah, dia datang menghampiri, lantas menaruh tangannya ditangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak mau tidur sebelum kamu merasa senang’”. (HR. Al-Albani)
Karakteristik yang ketiga adalah menuntut ilmu.
Istri yang shalelah menghiasi dirinya dengan ilmu. Dia pun gemar bertanya, berdiskusi, dalam rangka mengenal agamanya, dan mengetahui hal-hal yang halal atupun haram.
Allah SWT berfirman;
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (Al-Mujadilah 58:11)
Tujuan utama menuntut ilmu adalah amal. Tanpanya, ilmu menjadi tidal bernilai dan tidak bermanfaat.
Dalam riwayat At-Tarmidzi terdapat sabda Nabi;
“Kedua kaki seorang hamba tidak bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya mengenai empat hal: Mengenai usianya, bagaimana dia menghabiskannya? Mengenai ilmunya, apa yang diamalkannya? Mengenai hartanya, darimana didapatkan dan kemana dibelanjakan? Mengenai tubuhnya, bagaimana dia memperlakukannyasampai menjadi renta?”
Karakteristik keempat adalah mengetahui dan mengerti kedudukan suami yang telah digariskan oleh Islam.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda;
“Tidak seyogyanya seseorang bersujud kepada seseorang. Seandainya seseorang layak untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya karena haknya yang agung di sisi Alllah”. (HR. Ibnu Hibbani).
Diriwayatkan dari Thalq bin Ali, Rasulullah bersabda;
“Apabila suami mengajak istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, hendaklah sang istri datang meskipun sedang sibuk dengan tungku api”. (HR. At-Tarmidzi).
Diriwayatkan juga dari Abdullah bin Abu Auf, Rasulullah bersabda;
“Demi Dzat Yang Menggenggam jiwaku, istri tidak menunaikan hak Tuhannya sebelum dia menunaikan hak suaminya, meskipun suami memintanya untuk berhubungan sewaktu dirinya sedang berada di sekedup unta dan dia tidak menolak permintaannya”.(HR. Ahmad)
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah bersabda;
“Demi Dzat Yang Menggenggam jiwaku, setiap kali suami mengajak istrinya ke ranjangnya tetapi sang istri menolaknya, pastilah yang ada di langit marah kepadanya sampai sang suami ridha kepadanya”.
Karakteristik kelima adalah selalu berupaya mendapatkan keridhaan suami.
Istri yang salehah berusaha sekuat tenaga untuk melakukan hal yang membuat suaminya senang. Maka, dia melakukan segala upaya untuk dapat memperoleh keridhaan suaminya.
Apabila suami sedang gembira, dia tidak mencoba untuk mengeruhkan suasana, dan apabila suami sedang sedih, dia tidak akan terlihat gembira atau tertawa, serta tidak mengeraskan suaranya, dia akan mencoba untuk menghilangkan rasa susah gelisah suaminya dengan cara apaun semampunya.
Apabila suami pulang dalam keadaan lelah karena bekerja seharian, suami mendapatkan ucapan yang indah, senyuman yang merekah, pakaian yang bersih, aroma yang harum, wajah istri yang berseri-seri, dan pandangan yang penuh cinta dari sang istri.
Karakteristik keenam adalah istri shalehah lebih mengutamakan suaminya daripada diri sendiri.
Mendahulukan keridhaan suami daripada keridhaan dirinya sendiri, keinginan suami daripada keinginannya sendiri, hal yang disukai suami daripada hal yang disukai oleh dirinya sendiri.
Banyak hadits yang memotivasi istri untuk taat kepada suaminya.
Salah satu hadits yang menjelaskan tentang hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah pernah ditanya, “Istri yang bagaimanakah yang terbaik?”
“ Yang membuat suami senang apabila dia melihatnya dan menaati suami apabila dia memerintah serta tidak menentangnya dalam hal yang tidak disukainya menyangkut diri dan hartanya”. (HR. An-Nasa’i).
Diriwayatkan juga oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda;
“Apabila perempuan mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara kesuciannya dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya,’Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki”. (HR. Ibnu Majah)
Karakteristik yang ketujuh adalah dapat menjaga dan memelihara segala harta benda atau apapun yang dititipkan suami kepadanya.
Istri adalah bendahara dalam rumah tangga sekaligus penjaga dan pemelihara. Dia tidak boleh membelanjakan harta yang diberikan suami tanpa seizinnya.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan;
“Istri adalah pemimpin di rumah suaminya, dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya”. (HR Bukhari Muslim).
Diriwayatkan juga oleh Abu Umamah al-Bahili. Rasulullah bersabda dlam kutbahnya pada saat Haji Wada’;
“Janganlah seorang istri membelanjakan sesuatu dari rumah tanpa seizin suaminya”. Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, tidakm pula makanan?” Beliau menjawab,”Justru itulah harta kami yang paling utama”. (HR At-Tarmidzi).
Istri shalehah akan pandai mengatur keuangan tanpa harus menjadi kikir, dia juga berinfaq tanpa berlebihan.dia puas dan rela dengan rezeki yang telah dikaruniakan Allah kepadanya dan kepada suaminya serta keluarganya.
Seorang istri shalehah adalah istri yang hemat, tidak boros, dan tidak berbangga diri dengan harta suaminya jika sang suami kaya, dan tidak pula mengeluhkan sedikitnya harta jika sang suami miskin.
Tindakan seperti tersebut diatas, didasari karena Allah SWT mencerca orang-orang yang boros sebagaimana dalam firman-Nya;
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Al-Isra’ 17:27).
Dan Allah memuji orang-orang yang hemat, sebagaimana dalam firman-Nya;
“ Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”. (Al-Furqan 25:67).
Karakteristik kedelapan adalah istri yang tidak tergiur dunia (pakaian, perhiasan, emas, dlsb), melainkan yang cerdas dan bersikap zuhud.
Istri solehah bukan berarti mengharamkan berbagai karunia dan rezeki yang dihalalkan oleh Allah SWT, dan juga bukan melarang dirinya untuk menikmati kesenangan dan perhiasan dunia, tetapi dia bersikap cerdas, tidak berlebih-lebihan, dan tidak pula menghalalkan segala cara untuknya, atau tidak berambisi akan hal itu.
Prinsipnya adalah kesederhanaan.
Allah SWT berfirman;
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Al-Qashash 28:77).
Karakteristik kesembilan adalah dia yang memperhatikan kecantikan diri, menebar aroma harum, membuat suasana rumah jadi nyaman.
Berhias adalah ibadah sekaligus fitrah untuk para istri.
Kata-kata manis adalah perhiasan, senyuman yang berseri-seri adalah kecantikan, aroma yang harum adalah kebahagiaan. Gaun yang anggun, sentuhan lembut pada rambut, pilihan perhiasan sederhana yang tepat dan serasi dengan warna kulit dan pakaian, serta senantiasa menjaga kebersihan adalah kesucian dan ibadah.
Syaikh Ahmad al-Qathtan hafizhahullah berkata,”Tanpa sepengetahuan mereka, aku mendoakan setiap istri yang berhias bagi suaminya yang muslim dalam rangka menjaganya dari perbuatan dosa”.
Karakteristik kesepuluh adalah berterima kasih kepada suami atas kerja keras dan kelelahannya dalam mencukupi diri dan anak-anaknya. Berterima kasih juga atas terpenuhinya kebutuhan primer yang diusahakan suami. Dan mendoakan suami agar memperoleh ganjaran dan pahala pengganti jerih payahnya serta tidak mengingkari kenikmatan yang telah diberikan oleh suami.
Sebagaimana sabda Nabi;
“Allah tidak mau melihat seorang perempuan yang tidak berterima kasih kepada suaminya, padahal dia sendiri tidak bisa hidup mandiri tanpanya”. (HR. An-Nasa’i).
Rasa terima kasih seorang istri dapat diwujudkan melalui perbuata, dengan cara menunaikan semua hak suami sesuai kemampuan, melalui ketaatan, pelayanan, dan usaha meraih keridhaannya.
Syaikh Abdul Muta’al al Jabiri rahimathullah berkata,”Setiap manusia suka bila kebaikannya diakui. Betapa indahnya kata-kata,’Terima’, atau ‘Semoga Allah mengganjarmu dengan pahala kebaikan.’ Semua itu menciptakan lebih banyak keutamaan dan kebaikan. Sementara kebaikan adalah surat cinta sekaligus ikatan hati”.
-to be continued-
June 13, 2008 at 7:38 am
=P weeeekkk…